Rabu, 08 Agustus 2012 - 09:06:46 WIB
Bakmi GM, dari 5 Meja Jadi 23 Cabang Se-Jabodetabek
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 1544 kali
Siapa yang tak kenal Bakmi Gajah Mada alias Bakmi GM? Terkenal dengan kelezatan, kecepatan layanan, dan keapikan tempatnya. Restoran yang mengandalkan mie ayam spesial pangsit goreng ini memang selalu ramai pengunjung. Di sejumlah mall elit, pengunjung rela antre demi bisa menikmati hidangannya.
Wow, sungguh suatu bisnis rumahmakan yang sukses, bukan? Tak heran, kini Bakmi GM ada di 17 titik lokasi di Jakarta, 4 di Tangerang, 1 di Bekasi, dan baru saja buka 1 lagi di Depok.
Kesuksesan itu bukan lahir dalam sekejap, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan kerja keras luar biasa dari keluarga Choi Siu di Jalan Gajah Mada-dulu dikenal sebagai Moolenvliet, Jakarta Pusat. Membuka rumahmakan bukanlah cita-cita Chou Sui, sebab awalnya ia berjualan mebel. Apa daya pada akhir 1950-an situasi politik dan ekonomi sangat sulit, hingga bisnis mebelnya bangkrut. Choi Sui (1911-1990) punya 11 anak yang harus dihidupi, sehingga ia terpaksa berjualan mie.
“Kami cuma menggunakan lima meja. Itu pun ala kadarnya yang kami ambil dari meja yang dipakai di rumah,” kenang Julia Widjaja anak dari Choi Siu, yang kini menjadi Komisaris PT Griya Miesejati (PT GM) yang membawahi usaha Bakmi GM.
Anak-anak Choi Sui membantu berjualan mie, tiap hari bangun jam 4 pagi untuk berbelanja, memasak, dan sebagainya. Choi Sui sendiri sebagai ayah menggenjot bambu menggiling terigu untuk bahan dasar mie. Mereka tidak punya mesin pembuat mie. Julia sendiri masih SMA, tiap hari bertugas membeli sayur di Pasar Glodok, serta memotong ayam dan sayur. Adiknya, Dian, menjadi kasir, padahal waktu itu masih umur 10 tahun. Dian Lie kini adalah Direktur PT GM.
Bakmi jualan mereka tak punya nama, tapi laris manis. Dari 5 meja, bertambah jadi 11 meja dalam waktu 2 tahun. Tempat usaha mereka sempat kena gusur karena proyek pelebaran jalan. Karena lahannya makin sempit, mereka menabung untuk membuatnya menjadi 3 lantai. Berkat usaha keras Choi Sui, istri, dan anak-anaknya, restoran mie mereka makin laris dan ramai.
Restoran yang belum bernama itu dikenal oleh pelanggan sebagai Bakmi GM, karena berjualan mie di Jalan Gajah Mada. Sejak itu nama Bakmi GM menjadi merek dagang mereka, dan akhirnya didaftarkan secara resmi. Kalau Anda melintasi Jalan Gajah Mada di Jakarta Pusat, dan melihat ada restoran Bakmi GM, maka itulah tempat usaha mereka yang pertama dulu.
Kini Bakmi GM melayani lebih dari 30.000 pelanggan per hari, baik yang berkunjung maupun pesan antar. Menu yang disajikan bukan lagi sekadar mie ayam, melainkan bervariasi hingga lebih dari 50 menu yang menggunggah selera. Setiap bulan mereka punya program andalan, diskon, serta melayani paket ulang tahun anak-anak.
Didukung lebih dari 1.200 staf yang energik dan gesit, Bakmi GM dikenal dengan kecepatan layanannya. Tak peduli sebanyak apapun pengunjung yang datang, mereka tetap dapat melayani semuanya dengan cepat, tepat, dan tak mengecewakan. Rupanya kerja keras mendiang Choi Sui sejak 50 tahun silam tak sia-sia. Kini anak-anaknya yang meneruskan usaha tersebut, dan merek Bakmi GM kian dikenal dimana-mana. (mer)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 1544 kali
Wow, sungguh suatu bisnis rumahmakan yang sukses, bukan? Tak heran, kini Bakmi GM ada di 17 titik lokasi di Jakarta, 4 di Tangerang, 1 di Bekasi, dan baru saja buka 1 lagi di Depok.
Kesuksesan itu bukan lahir dalam sekejap, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan kerja keras luar biasa dari keluarga Choi Siu di Jalan Gajah Mada-dulu dikenal sebagai Moolenvliet, Jakarta Pusat. Membuka rumahmakan bukanlah cita-cita Chou Sui, sebab awalnya ia berjualan mebel. Apa daya pada akhir 1950-an situasi politik dan ekonomi sangat sulit, hingga bisnis mebelnya bangkrut. Choi Sui (1911-1990) punya 11 anak yang harus dihidupi, sehingga ia terpaksa berjualan mie.
“Kami cuma menggunakan lima meja. Itu pun ala kadarnya yang kami ambil dari meja yang dipakai di rumah,” kenang Julia Widjaja anak dari Choi Siu, yang kini menjadi Komisaris PT Griya Miesejati (PT GM) yang membawahi usaha Bakmi GM.
Anak-anak Choi Sui membantu berjualan mie, tiap hari bangun jam 4 pagi untuk berbelanja, memasak, dan sebagainya. Choi Sui sendiri sebagai ayah menggenjot bambu menggiling terigu untuk bahan dasar mie. Mereka tidak punya mesin pembuat mie. Julia sendiri masih SMA, tiap hari bertugas membeli sayur di Pasar Glodok, serta memotong ayam dan sayur. Adiknya, Dian, menjadi kasir, padahal waktu itu masih umur 10 tahun. Dian Lie kini adalah Direktur PT GM.
Bakmi jualan mereka tak punya nama, tapi laris manis. Dari 5 meja, bertambah jadi 11 meja dalam waktu 2 tahun. Tempat usaha mereka sempat kena gusur karena proyek pelebaran jalan. Karena lahannya makin sempit, mereka menabung untuk membuatnya menjadi 3 lantai. Berkat usaha keras Choi Sui, istri, dan anak-anaknya, restoran mie mereka makin laris dan ramai.
Restoran yang belum bernama itu dikenal oleh pelanggan sebagai Bakmi GM, karena berjualan mie di Jalan Gajah Mada. Sejak itu nama Bakmi GM menjadi merek dagang mereka, dan akhirnya didaftarkan secara resmi. Kalau Anda melintasi Jalan Gajah Mada di Jakarta Pusat, dan melihat ada restoran Bakmi GM, maka itulah tempat usaha mereka yang pertama dulu.
Kini Bakmi GM melayani lebih dari 30.000 pelanggan per hari, baik yang berkunjung maupun pesan antar. Menu yang disajikan bukan lagi sekadar mie ayam, melainkan bervariasi hingga lebih dari 50 menu yang menggunggah selera. Setiap bulan mereka punya program andalan, diskon, serta melayani paket ulang tahun anak-anak.
Didukung lebih dari 1.200 staf yang energik dan gesit, Bakmi GM dikenal dengan kecepatan layanannya. Tak peduli sebanyak apapun pengunjung yang datang, mereka tetap dapat melayani semuanya dengan cepat, tepat, dan tak mengecewakan. Rupanya kerja keras mendiang Choi Sui sejak 50 tahun silam tak sia-sia. Kini anak-anaknya yang meneruskan usaha tersebut, dan merek Bakmi GM kian dikenal dimana-mana. (mer)
'Bakmi GM, dari 5 Meja Jadi 23 Cabang Se-Jabodetabek':
Artikel Bisnis Lainnya
- Tujuh Mitos Keuangan yang Membuat Anda Tak Beranjak Kaya Menyusun anggaran dan mengelola keuangan Anda merupakann suatu pengalaman yang tak selalu menyenangkan bahkan lebih banyak bermasalah. Namun, jika Anda seperti kebanyakan orang yang harus berjuang untuk mengelola keuangan mereka dengan benar, tak ada salahnya Anda menyimak 7 mitos pola ... Artikel Bisnis
- Memadukan Jiwa Entrepreneurship dengan Teknologi Dalam menjalankan kerajaan bisnisnya, Ir. Sunaryo Suhadi, MBA memiliki cara unik agar bisnis dan ilmu pengetahuan terus berjalan beriringan. Pemilik tiga perusahaan di Gresik dan Jakarta ini menamakan konsep yang digagasnya ini ‘Technopreneurship’. ... Artikel Bisnis
- Yuke Sampurna Jualan Sate Domba GarutMelebarkan sayap ke bisnis di luar musik, pemain bas Yuke Sampurna berjualan sate domba Garut alias dombrut. rumah makannya diberi nama Dombrut pula. Sebenarnya, ungkap Yuke, ia sudah memulai usaha kulinernya tersebut di kemang Food Festival, Jakarta Selatan, enam tahun lalu bersama Kang ... Artikel Bisnis
- Jangan Cepat Menyerah dalam Berbisnis Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnis atau usaha. Namun, banyak juga yang beruntung dan sukses dalam menjalani bisnisnya. Sebenarnya, dalam menjalankan usaha tidak ada orang yang benar-benar gagal, karena suatu kegagalan merupakan proses menuju hal ... Artikel Bisnis
- Marlin Sugama, Membangun Bisnis Kreatif dari HobiHobi bisa menghasilkan uang. Itulah yang dilakukan Marlin Sugama. Melalui bisnis kreatif yang digelutinya, bisnis Marlin paling tidak bisa mengantongi pemasukan sebesar separo miliar rupiah. Sebagian di antara anda, mungkin tidak akan mengenal Marlin. Namun namanya ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
