Jakarta - Guna mendalami sosok yang dikaguminya, Nyai Kapu, aktris Christine Hakim memiliki cara tersendiri agar bisa bermain penuh dalam film "Sang Kiai" saat memerankan tokoh Nyai Kapu.
Hal itu terbilang sangat menyentuh dirinya karena bersifat lebih religi.
Selain melakukan riset, bintang film "Pasir Berbisik" itu juga menyempatkan diri salat malam dan memohon pada Tuhan agar diberi kesempatan merasakan yang dirasakan Nyai Kapu. Hal itu dilakukannya agar bisa menjiwai film itu.
"Secara tak langsung, saya banyak belajar kepada sosok Mbah Hasyim yang menggambarkan pengamalan dari surat Wal Ashri tentang pentingnya sabar, teguh, iman, dan peduli kepada masyarakat. Hasilnya, adegan penutup film itu adalah jawaban dari doa-doa saya selama ini," jelas juri kehormatan Selection officielle "Feature Film" dalam Festival Film Cannes di tahun 2002 bersama sejumlah sineas dunia lainnya di Jakarta, Selasa (21/5).
Hasil dari pendalaman karakter tersebut tanpa diduga menjadi pengalaman pribadinya yang diakui belum pernah sama sekali terjadi sepanjang kariernya di dunia perfilman.
"Tuhan betul-betul menuntun saya. Saya bukan hanya melihat gambar di masa lalu, tapi saya rasakan semua atmosfernya. Saya seolah-olah hidup di zaman itu. Saya seperti dituntun dalam berakting. Subhanallah sebagai pemain saya punya keterbatasan kadang saya tidak bisa menjiwai karena situasi dan lain-lain," ungkapnya yang selalu menjaga keseimbangan dalam hidup agar tetap tetap fit, walaupun usianya tak lagi muda.
Tetapi hal itulah yang justru yang paling berkesan saat adegan Hasyim wafat dan doa Christine pun akhirnya terjawab.
Ia sendiri tak bisa menjelaskan dengan kata-kata, karena apa yang dilihat di situ tidak hanya gambaran masa lalu, namun bisa merasakan aura peran yang dimainkannya.