
Snitch
Liputan6.com, Los Angeles : Setelah dipuaskan dalam pergelutannya melawan kelompok tentara bayaran di Fast & Furious 6, para penggemar Dwayne Johnson alias The Rock akan dimanjakan kembali melalui film terbarunya, Snitch. Kali ini Dwayne akan beraksi sendirian di dalam film, tanpa sekelompok pejuang di film sebelumnya.
Berjenis laga dan drama kriminal, Snitch mencoba menawarkan sisi lain dari seorang ayah yang rela berbuat apa saja demi anaknya tercinta. Tayang perdana di Amerika Serikat pada 22 Februari 2013 silam, kini film berdurasi 112 menit itu sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.
Kali ini, Dwayne Johnson akan berperan sebagai John Matthews, seorang pemilik perusahaan konstruksi yang putranya, Jason (Rafi Gavron) dipenjara setelah dijebak dalam proses jual beli narkoba. Demi bisa mengembalikan nama baik sang anak, John pun rela menyamar sebagai informan atas kesepakatan dengan jaksa setempat.
Akhirnya dengan segala daya, ia pun menjalani tugasnya untuk menyusup ke dalam markas bandar narkoba yang berbahaya. John pun akhirnya malah turut mempertaruhkan nyawa keluarganya sendiri. Bagaimanakah aksi Dwayne selanjutnya? Apakah anaknya akan terbebas dari jebakan narkoba? Siapakah dalang di balik semua itu?
Snitch menyuguhkan berbagai intrik drama serta tema bernafaskan kriminal, dipadu dengan beberapa unsur laga. Film ini disutradarai oleh Ric Roman Waugh dengan melibatkan penulis naskah Justin Haythe dan Ric Roman Waugh.
Awalnya, proyek ini dimulai sejak 2004 silam. Terinspirasi oleh sebuah dokumentasi yang berkaitan dengan kebijakan penggunaan obat-obatan di Amerika Serikat. Akhirnya pada 2011, produksi film Snitch pun dimulai hingga ke tangan pihak Summit Entertainment.
Para penikmat film kriminal serta laga dipastikan tak akan melewatkan film yang satu ini. Suguhan yang diberikan Dwayne Johnson dipastikan bisa menghibur kita semua.(Rul)