Senin, 30 Juli 2012 - 09:38:04 WIB
Mengenal 8 Taipan Perkebunan Indonesia
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 703 kali
Kondisi perekonomian yang semakin kokoh membuat investasi di sektor perkebunan semakin menarik. Belum lagi nilai jual CPO di pasaran internasional juga masih cukup tinggi. Kondisi ini membuat beberapa pengusaha mulai melirik investasi di sektor perkebunan.
Kabarnya nilai investasi sebesar US$ 2,5 miliar akan mengucur di sektor perkebunan. Lalu kira-kira siapa sajakah para taipan yang akan berminat berinvestasi di sektor tersebut? Reuters merilis beberapa pengusaha yang diperkirakan akan berinvestasi tersebut.
1. Martua Sitorus
Pada 2007, Martua melakukan merger dengan perusahaan kelapa sawit milik Kuok Khoon Hong, keponakan dari orang terkaya Malaysia. Perpaduan dua perusahaan tersebut maka lahirlah, Wilmar Internasional, sebuah perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia. Perusahaan minyak ini memiliki portofolio yang lengkap sebagai raja dari perusahaan mulai dari kilang, penghancur kelapa sawit di lima benua.
Wilmar sekarang ini merupakan perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia, juga dengan kilang minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di Indonesia. Serta menguasai sebagian dari perdagangan CPO dengan China, termasuk juga dengan beberapa perusahaan Singapura Asia Cargill.
2. Bachtiar Karim
Bersama dengan saudara-saudaranya, Bachtiar Karim mengelola perusahaan revinery terbesar kedua di Indonesia, Musim Mas. Keluarga Karim sendiri mengoperasikan Cheong Nam Sabun factiry, yang didirikan oleh ayahnya, Anwar Karim pada 1972. Itu merupakan akar dari perusahaannya sekarang yang didirikannya sekarang. Perusahaan ini mengekspor minyak kelapa sawit ke India yang merupakan importir minyak terbesar di dunia.
3. Eka Tjipta Widjaja
Di usianya yang ke-90, Eka Tjipta telah menjadi salah satu imperiun terbesar kelapa sawit di Asia Tenggara. Golden Agri Resources yang merupakan induk perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia, PT Smart Tbk (SMAR). Pada 2010, Smart dituduh melakukan penebangan hutan secara ilegal demi memperluas lahan. Audit independen menyatakan Smart bersalah dan Smart mengaku akan memperbaikinya.
4. Anthony Liem
Anthony Liem adalah anak bungsu dari Liem Sioe Liong (Sudono Salim), yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soeharto. Liem telah meninggal pada beberapa waktu lalu. Rumahnya menjadi salah satu yang dihancurkan massa dalam kerusuhan reformasi 1998, di mana yang menyebabkan Soeharto turun sebagai presiden.
Salim melakukan negosisasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan utangnya yang mencapai USD5 miliar. Salim merupakan penerus dari perusahaan milik ayahnya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), produsen mi instan. Dia memperluas usahanya di perkebunan kelapa sawit, termasuk ke dalam Indofood Agri Singapura, yang merupakan anak dari perusahaan Salim Ivomas Pratama.
5. Ciliandra Fangiono
Ciliandra Fangiono (36) merupakan pengusaha minyak kelapa sawit termuda. Dia merupakan lulusan Cambridge Fangionio, sebelumnya dia adalah bankir di Merrill Lynch. Pada 2007, dia telah menjadi analis saham terfavorit untuk emiten perkebunan.
6. Aburizal Bakrie
Dia adalah pemilik kelompok usaha Grup Bakrie. Kerajaan bisnisnya mencakup bisnis perkebunan, tambang batubara, media dan perusahaan konstruksi bersama-sama dengan Nirwan Bakrie, yang tidak lain adalah saudaranya.
Lembaga pemeringkat Standard & Poors baru-baru ini menempatkan perkebunan Bakrie di Sumatera pada status watch. Peringkat itu mencerminkan kemampuan penyelesaian utang yang lebih lama dari yang diharapkan. Bakrie Sumatera juga akan ekspansi perkebunan karet, demi memanfaatkan kenaikan harga lateks.
7. Sukanto Tanoto
Tanoto (62) merupakan migran asal China. Tanoto harus putus sekolah di Medan di Sumatera, ketika ia masih remaja untuk membantu keluarganya. Namun sekarang ini dia menjadi salah satu konglomerat Raja Garuda Emas. Melalui kelompok usahanya, Tanato memiliki entitas perusahaan nonlisted, termasuk perusahaan minyak sawit Asian Agri, yang memiliki 160 ribu hektare perkebunan. Selain itu dia juga memiliki Asia Pacific Resources International Limited, sebuah perusahaan produsen kertas.
8. Putera Sampoerna
Setelah menjual bisnis rokok keluarganya ke Philip Morris pada 2005 senilai USD5 miliar, Putera Sampoerna menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi dalam usaha sektor perbankan dan telekomunikasi. Selama bertahun-tahun, Sampoerna mengembangkan perkebunan keluarganya termasuk Sampoerna Agro. Anaknya Michael Sampoerna kini ditempatkan menjadi presiden komisaris perusahaan kelapa sawit miliknya. (asm)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 703 kali
Kondisi perekonomian yang semakin kokoh membuat investasi di sektor perkebunan semakin menarik. Belum lagi nilai jual CPO di pasaran internasional juga masih cukup tinggi. Kondisi ini membuat beberapa pengusaha mulai melirik investasi di sektor perkebunan.
Kabarnya nilai investasi sebesar US$ 2,5 miliar akan mengucur di sektor perkebunan. Lalu kira-kira siapa sajakah para taipan yang akan berminat berinvestasi di sektor tersebut? Reuters merilis beberapa pengusaha yang diperkirakan akan berinvestasi tersebut.
1. Martua Sitorus
Pada 2007, Martua melakukan merger dengan perusahaan kelapa sawit milik Kuok Khoon Hong, keponakan dari orang terkaya Malaysia. Perpaduan dua perusahaan tersebut maka lahirlah, Wilmar Internasional, sebuah perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia. Perusahaan minyak ini memiliki portofolio yang lengkap sebagai raja dari perusahaan mulai dari kilang, penghancur kelapa sawit di lima benua.
Wilmar sekarang ini merupakan perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia, juga dengan kilang minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di Indonesia. Serta menguasai sebagian dari perdagangan CPO dengan China, termasuk juga dengan beberapa perusahaan Singapura Asia Cargill.
2. Bachtiar Karim
Bersama dengan saudara-saudaranya, Bachtiar Karim mengelola perusahaan revinery terbesar kedua di Indonesia, Musim Mas. Keluarga Karim sendiri mengoperasikan Cheong Nam Sabun factiry, yang didirikan oleh ayahnya, Anwar Karim pada 1972. Itu merupakan akar dari perusahaannya sekarang yang didirikannya sekarang. Perusahaan ini mengekspor minyak kelapa sawit ke India yang merupakan importir minyak terbesar di dunia.
3. Eka Tjipta Widjaja
Di usianya yang ke-90, Eka Tjipta telah menjadi salah satu imperiun terbesar kelapa sawit di Asia Tenggara. Golden Agri Resources yang merupakan induk perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia, PT Smart Tbk (SMAR). Pada 2010, Smart dituduh melakukan penebangan hutan secara ilegal demi memperluas lahan. Audit independen menyatakan Smart bersalah dan Smart mengaku akan memperbaikinya.
4. Anthony Liem
Anthony Liem adalah anak bungsu dari Liem Sioe Liong (Sudono Salim), yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soeharto. Liem telah meninggal pada beberapa waktu lalu. Rumahnya menjadi salah satu yang dihancurkan massa dalam kerusuhan reformasi 1998, di mana yang menyebabkan Soeharto turun sebagai presiden.
Salim melakukan negosisasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan utangnya yang mencapai USD5 miliar. Salim merupakan penerus dari perusahaan milik ayahnya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), produsen mi instan. Dia memperluas usahanya di perkebunan kelapa sawit, termasuk ke dalam Indofood Agri Singapura, yang merupakan anak dari perusahaan Salim Ivomas Pratama.
5. Ciliandra Fangiono
Ciliandra Fangiono (36) merupakan pengusaha minyak kelapa sawit termuda. Dia merupakan lulusan Cambridge Fangionio, sebelumnya dia adalah bankir di Merrill Lynch. Pada 2007, dia telah menjadi analis saham terfavorit untuk emiten perkebunan.
6. Aburizal Bakrie
Dia adalah pemilik kelompok usaha Grup Bakrie. Kerajaan bisnisnya mencakup bisnis perkebunan, tambang batubara, media dan perusahaan konstruksi bersama-sama dengan Nirwan Bakrie, yang tidak lain adalah saudaranya.
Lembaga pemeringkat Standard & Poors baru-baru ini menempatkan perkebunan Bakrie di Sumatera pada status watch. Peringkat itu mencerminkan kemampuan penyelesaian utang yang lebih lama dari yang diharapkan. Bakrie Sumatera juga akan ekspansi perkebunan karet, demi memanfaatkan kenaikan harga lateks.
7. Sukanto Tanoto
Tanoto (62) merupakan migran asal China. Tanoto harus putus sekolah di Medan di Sumatera, ketika ia masih remaja untuk membantu keluarganya. Namun sekarang ini dia menjadi salah satu konglomerat Raja Garuda Emas. Melalui kelompok usahanya, Tanato memiliki entitas perusahaan nonlisted, termasuk perusahaan minyak sawit Asian Agri, yang memiliki 160 ribu hektare perkebunan. Selain itu dia juga memiliki Asia Pacific Resources International Limited, sebuah perusahaan produsen kertas.
8. Putera Sampoerna
Setelah menjual bisnis rokok keluarganya ke Philip Morris pada 2005 senilai USD5 miliar, Putera Sampoerna menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi dalam usaha sektor perbankan dan telekomunikasi. Selama bertahun-tahun, Sampoerna mengembangkan perkebunan keluarganya termasuk Sampoerna Agro. Anaknya Michael Sampoerna kini ditempatkan menjadi presiden komisaris perusahaan kelapa sawit miliknya. (asm)
'Mengenal 8 Taipan Perkebunan Indonesia':
Artikel Bisnis Lainnya
- Sigit Susilo, Juragan Brownies Tepung Singkong
Sigit Susilo adalah salah satu dari segelintir anak muda yang sukses. Bagaimana tidak, Sigit mampu meraup penghasilan hingga puluhan juta rupiah dari usaha yang dijalaninya. Ide dan kreativitas merupakan modal utama Sigit dalam menjalankan bisnisnya. Buktinya, dia mampu menghasilkan ... Artikel Bisnis - Business Plan untuk Bisnis Blogging
Apakah kesalahan yang paling besar saat seseorang ingin memulai blog secara profesional? Mungkin sama seperti saat kebanyakan orang memulai usaha, yakni kurangnya atau bahkan tiadanya perencanaan yang jelas dan terstruktur. Dan satu solusi agar Anda bisa menjadikan blogging sebagai sebuah ... Artikel Bisnis - Rumpoko, Sukses dengan Ulat Hong Kong
Berikhtiar selama bertahun-tahun merawat dan menjual ulat hong kong, Hadi Rumpoko, warga Kelurahan Satriyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kini menjadi pengusaha yang berhasil. Namun suami Nurul Hayati ini tidak akan pernah lupa, kesuksesan yang diraihnya merupakan ... Artikel Bisnis - Langkah-Langkah Berbisnis via eBay
Mereka yang berjuang menjadi entrepreneur sukses setiap harinya mengunjungi eBay karena kemudahannya untuk bisa memulai bisnis. Kini lebih dari 247 juta pengguna terdaftar menggunakan eBay sebagai sarana untuk berbisnis dan diperkirakan ada penjualan senilai 60 miliar dollar AS per tahun ... Artikel Bisnis - Meneropong Kemitraan Da'im Donat
Tidak bisa dipungkiri, kue donat alias roti bulat yang bolong di tengahnya ini telah menjadi jajanan favorit banyak orang. Pebisnis yang terjun ke usaha donat pun sudah tak terhitung. Ada yang membuka gerai di mal, ada pula yang memilih menjajakan donat di warung-warung. Toh, peluang untuk ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
