Selasa, 24 Juli 2012 - 09:37:45 WIB
Tak Selamanya Krisis Itu Destruktif
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 445 kali
Benjamin Sayers telah menggandakan stafnya menjadi lebih dari 70 orang di perusahaannya yang bernama VoIP Supply LLC di tahun 2008 saat ia mendapati penjualan anjlok hingga 1 juta dollar AS dalam waktu 1 bulan saja. Sejak mendirikan perusahaan tersebut, ia sudah menyaksikan sendiri seberapa cepat pertumbuhan penjualan tumbuh 10 kali lipat dalam empat tahun saja. Namun saat resesi menyerang, ia tiba-tiba harus mengalami kebangkrutan.
Sebelum krisis ekonomi menghantamnya, Sayers sudah mempekerjakan 36 orang baru dalam 6 bulan untuk membangun bisnisnya yang bermarkas di Buffalo, New York yang menjual peralatan untuk layanan telepon Internet bagi usaha kecil dan menengah yang hendak mengganti sistem telepon tradisional mereka. Putus asa untuk menekan pengeluaran setelah penjualan turun drastis, ia memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan dalam 2 hari saja. Kami tidak menunggu, katanya. Konsesus umunya ialah mari kita asumsikan bahwa keadaan akan terus memburuk.
Terpuruk
Selain menghadapi perumahan pegawai , Sayers juga harus menyingkirkan sejumlah fasilitas penunjang di kantornya, termasuk sebuah kotak mewah di arena hoki Buffalo Sabers dan sebuah truk jenis sport BMW yang berhak dikendarai oleh karyawan terbaik perusahaan.
Kami menyingkirkan sejumlah mainan yang sudah berakumulasi selama bertahun-tahun saat orang tidak memperhatikan, kata Sayers yang mendirikan perusahaan itu tahun 2002 setelah berhasil menciptakan da menjual perusahaan lainnya seharga 4 juta dollar. Sebagai hasilnya, Sayers mengurangi pengeluaran operasional hingga separuhnya, dna berhasil menghemat 100 ribu dollar AS per bulannya.
Nemun entah mengapa penjualan tak kunjung membaik. Dan bulan November 2008 , mereka pun terpaksa mengambil tabungan sebesar 1 juta dollar AS dari sebanyak 2,4 juta dolar di bulan Juli. Tak ingin harus memecat lebih banyak karyawan lagi, Sayers memotong gajinya sendiri sampai 90%, penanggung jawab operasional utamanya Breet Crandall yang memiliki shaam 10% dalam perusahaan pun tak luput dari pemotongan gaji sebesar 50% dan Sayers memberlakukan pemotongan gaji sebanyak 20% bagi para karyawan.
Titik Balik
Keadaan perekonomian yang begitu memprihatinkan mengharuskan Sayers yang tak sempat lulus perguruan tinggi ini harus menahan ambisisnya untuk berekspansi. Ia juga menahan diri untuk tidak menyusun prototip untuk aplikasi barunya sebagaimana yang ia lakukan di masa lalu. Sayers mengaku semua pengetahuannya mengenai usaha kecil ia peroleh dari pengalamannya.
Misalnya, saat resesi terjadi, ia menunda pembuatan prototip utnuk program pelatihan penjulan via telepon yang didalamnya ia sudah berinvestasi sebesar 150.000 dollar AS. Sayers mulai mencari cara bagaimana untuk menghemat. Bersama-sama sebagai sebuah perusahaan, kami kembali ke posisi di tahun 2006 saat kami baru menjual hardware VoIP (voice over Internet protocol), katanya. Kami kembali ke hal yang membuat kami sukses dahulu, tambah Sayers.
Reality Check
Sayers dipaksa untuk memeriksa kembali perusahaannya dan menanyakan pada dirinya sendiri apa saja aspek yang bekerja dengan baik dan yang tidak. Berikut ia ppaarkan 3 pertanyaan utama yang bisa membantu usaha kecilnya melalui titik terendah dalam perkembangannya.
Sayers begitu terkonsentrasi dengan proyek-proyek ekspansinya yang tanpa ia sampai-sampai ia tak sadari katalog yang ia bagikan ke konsumen sudah termasuk usang. Barang-barangnya pun tak lengkap.
Fokus kami [beralih] menjadi bagaimana mengirimkan apa yang diinginkan dan memastikan katalog kami memuat informasi terbaru. Pelanggan adalah apa yang kami miliki di sini dan kami kembali ke alam dan mensyukuri serta merawat pelanggan yang masih ada".
Pelajaran yang bisa dipetik
Keluar dari fokus utama sumber perusahaan dan mempekerjakan terlalu banyak orang dengan waktu singkat dipandang sebagai kesalahan besar. Sebenarnya retraksi yang terjadi dalam bisnis ialah kemenangan besar bagi suatu perusahaan. Sayers menimpali, Kami menyesal harus merumahkan karyawan tetapi dalam jangka panjang demi kemantapan bisnis, itulah yang menjadi kesengsaraan yang membawa nikmat.(sumber: entrepreneur.com)
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 445 kali
Sebelum krisis ekonomi menghantamnya, Sayers sudah mempekerjakan 36 orang baru dalam 6 bulan untuk membangun bisnisnya yang bermarkas di Buffalo, New York yang menjual peralatan untuk layanan telepon Internet bagi usaha kecil dan menengah yang hendak mengganti sistem telepon tradisional mereka. Putus asa untuk menekan pengeluaran setelah penjualan turun drastis, ia memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan dalam 2 hari saja. Kami tidak menunggu, katanya. Konsesus umunya ialah mari kita asumsikan bahwa keadaan akan terus memburuk.
Terpuruk
Selain menghadapi perumahan pegawai , Sayers juga harus menyingkirkan sejumlah fasilitas penunjang di kantornya, termasuk sebuah kotak mewah di arena hoki Buffalo Sabers dan sebuah truk jenis sport BMW yang berhak dikendarai oleh karyawan terbaik perusahaan.
Kami menyingkirkan sejumlah mainan yang sudah berakumulasi selama bertahun-tahun saat orang tidak memperhatikan, kata Sayers yang mendirikan perusahaan itu tahun 2002 setelah berhasil menciptakan da menjual perusahaan lainnya seharga 4 juta dollar. Sebagai hasilnya, Sayers mengurangi pengeluaran operasional hingga separuhnya, dna berhasil menghemat 100 ribu dollar AS per bulannya.
Nemun entah mengapa penjualan tak kunjung membaik. Dan bulan November 2008 , mereka pun terpaksa mengambil tabungan sebesar 1 juta dollar AS dari sebanyak 2,4 juta dolar di bulan Juli. Tak ingin harus memecat lebih banyak karyawan lagi, Sayers memotong gajinya sendiri sampai 90%, penanggung jawab operasional utamanya Breet Crandall yang memiliki shaam 10% dalam perusahaan pun tak luput dari pemotongan gaji sebesar 50% dan Sayers memberlakukan pemotongan gaji sebanyak 20% bagi para karyawan.
Titik Balik
Keadaan perekonomian yang begitu memprihatinkan mengharuskan Sayers yang tak sempat lulus perguruan tinggi ini harus menahan ambisisnya untuk berekspansi. Ia juga menahan diri untuk tidak menyusun prototip untuk aplikasi barunya sebagaimana yang ia lakukan di masa lalu. Sayers mengaku semua pengetahuannya mengenai usaha kecil ia peroleh dari pengalamannya.
Misalnya, saat resesi terjadi, ia menunda pembuatan prototip utnuk program pelatihan penjulan via telepon yang didalamnya ia sudah berinvestasi sebesar 150.000 dollar AS. Sayers mulai mencari cara bagaimana untuk menghemat. Bersama-sama sebagai sebuah perusahaan, kami kembali ke posisi di tahun 2006 saat kami baru menjual hardware VoIP (voice over Internet protocol), katanya. Kami kembali ke hal yang membuat kami sukses dahulu, tambah Sayers.
Reality Check
Sayers dipaksa untuk memeriksa kembali perusahaannya dan menanyakan pada dirinya sendiri apa saja aspek yang bekerja dengan baik dan yang tidak. Berikut ia ppaarkan 3 pertanyaan utama yang bisa membantu usaha kecilnya melalui titik terendah dalam perkembangannya.
- Bagaimana Anda bersikap strategis dengan pendanaan?
- Apakah inisiatif Anda ini menggiring bisnis terlalu jauh dari arahnya semula?
- Dalam hal apa Anda bisa meningkatkan efisiensi dalam proses dari hari ke hari?
Sayers begitu terkonsentrasi dengan proyek-proyek ekspansinya yang tanpa ia sampai-sampai ia tak sadari katalog yang ia bagikan ke konsumen sudah termasuk usang. Barang-barangnya pun tak lengkap.
Fokus kami [beralih] menjadi bagaimana mengirimkan apa yang diinginkan dan memastikan katalog kami memuat informasi terbaru. Pelanggan adalah apa yang kami miliki di sini dan kami kembali ke alam dan mensyukuri serta merawat pelanggan yang masih ada".
Pelajaran yang bisa dipetik
Keluar dari fokus utama sumber perusahaan dan mempekerjakan terlalu banyak orang dengan waktu singkat dipandang sebagai kesalahan besar. Sebenarnya retraksi yang terjadi dalam bisnis ialah kemenangan besar bagi suatu perusahaan. Sayers menimpali, Kami menyesal harus merumahkan karyawan tetapi dalam jangka panjang demi kemantapan bisnis, itulah yang menjadi kesengsaraan yang membawa nikmat.(sumber: entrepreneur.com)
'Tak Selamanya Krisis Itu Destruktif':
Artikel Bisnis Lainnya
- Haruskan Saya Patenkan Produk Saya? Inilah pertanyaan yang selalu membayangi banyak entrepreneur yang memiliki produk dan inovasi. Entrepreneur rawan mengalami pembajakan ide dan jika itu terjadi bisa jadi itu juga merupakan akhir bisnis mereka. Di Indonesia kesadaran untuk mematenkan produk atau jasa ... Artikel Bisnis
- Berbisnis Jangan Takut Regulasi dan BirokrasiSebuah pernyataan menarik dilontarkan oleh seorang entrepreneur sekaligus venture capitalist dari AS, Guy Kawasaki beberapa waktu lalu. Ia memberikan komentar tajam atas pernyataan seorang anggota Partai Republik yang mengatakan bahwa peyebab para calon entrepreneur tidak memulai ... Artikel Bisnis
- Berpikir Global, Bertindak LokalEntrepreneur baru yang ingin bertahan dan mengoptimalkan pertumbuhan usaha baru mereka harus berpikir secara global dan bertindak secara lokal dari hari pertama. Pendekatan ini, lebih luas dikenal sebagai �glocalization�, berarti bahwa Anda harus mendesain dan ... Artikel Bisnis
- Mengapa Empati Penting dalam Berwirausaha?Jika perusahaan Anda tengah mencari celah untuk berinovasi, jangan buang waktu untuk menganalisis laporan penelitian pasar dan tenggelam dalam lautan data pelanggan. Apa yang pelanggan katakan akan mereka lakukan bukan hanya apa yang mereka akhirnya akan lakukan. ... Artikel Bisnis
- Tiga Poin Penting di Fase Awal Jadi EntrepreneurBekerja sebagai seorang karyawan akan sangat berbeda dari bekerja sebagai seorang entrepreneur. Bagi banyak orang, ini adalah sebuah tantangan dan membutuhkan kemampuan beradaptasi yang baik dan waktu yang relatif lama. Bagi Anda yang hendak menjalani karir sebagai entrepreneur, ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online
