Rabu, 13 Juni 2012 - 09:49:59 WIB
Bambang Suparno, Berjaya Berkat Kerupuk Goreng Pasir
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 465 kali
Usaha keras Bambang Suparno, warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini patut diacungi jempol. Dari usahanya kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan.
Ia mengganti minyak goreng dengan menggunakan bahan pasir halus hasil penyaringan. Dengan bantuan pengapian, kerupuk tetap mekar. Cara penggorengan inilah yang membuat jenis kerupuk ini disebut kerupuk padang pasir.
Kerupuk yang digoreng dengan teknik ini rasanya akan sedikit berbeda dibanding minyak goreng. Kelebihan lainnya adalah rendah kolesterol dan tentu saja lebih hemat dalam menekan biaya produksi. Bahkan risiko untuk melempem dapat ditekan karena dapat didaur ulang lagi.
Varian rasanya juga bernacam-macam, setidaknya ada tujuh rasa yang dibuat oleh pria yang memulai usahanya sejak tahun 2001 ini. Ada rasa pedas, manis, pedas manis, trasi, rujak, seledri, bawang serta rasa ubi. Cara pemberian rasa dilakukan dengan dua cara, yaitu bumbu dicampur dengan krupuk sebelum digoreng atau dicampur setelah digoreng.
Kerupuk-kerupuk yang selesai digoreng itu kemudian dikemas ke dalam plastik ukuran setengah kilogram dan panjang sekitar 30 hingga 40 centimeter. Setiap bungkusnya ia jual seharga Rp 1.000 hingga Rp 2.500 untuk ukuran besar.
Kerupuk yang sudah dikemas kemudian dikirim pada agennya yang tersebar di beberapa kota, seperti Kediri, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Malang hingga Sidoarjo.
Bambang termasuk pengusaha yang ulet dalam bekerja. Untuk usahanya itu ia hanya mempekerjakan empat tenaga pria yang bertugas mulai dari menjemur kerupuk hingga menggorengnya. Proses pengemasan dilakukan oleh istri beserta enam anaknya serta beberapa tenaga borongan yang berasal dari para tetangganya.
“Kalau saya sendiri bertugas di pengaturan serta pengiriman barang ke kota-kota,” kata pemilik usaha penggorengan kerupuk padang pasir dengan merek Arofah ini, baru-baru ini.
Perkembangan usahanya lumayan bagus. Saat awal memulainya, ia hanya memproduksi sebanyak 30 kilogram kerupuk saja dan itupun untuk beberapa hari. Karena permintaan yang selalu ada, ia terus terpacu untuk mengembangkan usahanya sehingga kini perharinya mencapai 2,5 kuintal. (*/TubasMedia)
Bambang Suparno, Berjaya Berkat Kerupuk Goreng Pasir Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 465 kali
Usaha keras Bambang Suparno, warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini patut diacungi jempol. Dari usahanya kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan.Ia mengganti minyak goreng dengan menggunakan bahan pasir halus hasil penyaringan. Dengan bantuan pengapian, kerupuk tetap mekar. Cara penggorengan inilah yang membuat jenis kerupuk ini disebut kerupuk padang pasir.
Kerupuk yang digoreng dengan teknik ini rasanya akan sedikit berbeda dibanding minyak goreng. Kelebihan lainnya adalah rendah kolesterol dan tentu saja lebih hemat dalam menekan biaya produksi. Bahkan risiko untuk melempem dapat ditekan karena dapat didaur ulang lagi.
Varian rasanya juga bernacam-macam, setidaknya ada tujuh rasa yang dibuat oleh pria yang memulai usahanya sejak tahun 2001 ini. Ada rasa pedas, manis, pedas manis, trasi, rujak, seledri, bawang serta rasa ubi. Cara pemberian rasa dilakukan dengan dua cara, yaitu bumbu dicampur dengan krupuk sebelum digoreng atau dicampur setelah digoreng.
Kerupuk-kerupuk yang selesai digoreng itu kemudian dikemas ke dalam plastik ukuran setengah kilogram dan panjang sekitar 30 hingga 40 centimeter. Setiap bungkusnya ia jual seharga Rp 1.000 hingga Rp 2.500 untuk ukuran besar.
Kerupuk yang sudah dikemas kemudian dikirim pada agennya yang tersebar di beberapa kota, seperti Kediri, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Malang hingga Sidoarjo.
Bambang termasuk pengusaha yang ulet dalam bekerja. Untuk usahanya itu ia hanya mempekerjakan empat tenaga pria yang bertugas mulai dari menjemur kerupuk hingga menggorengnya. Proses pengemasan dilakukan oleh istri beserta enam anaknya serta beberapa tenaga borongan yang berasal dari para tetangganya.
“Kalau saya sendiri bertugas di pengaturan serta pengiriman barang ke kota-kota,” kata pemilik usaha penggorengan kerupuk padang pasir dengan merek Arofah ini, baru-baru ini.
Perkembangan usahanya lumayan bagus. Saat awal memulainya, ia hanya memproduksi sebanyak 30 kilogram kerupuk saja dan itupun untuk beberapa hari. Karena permintaan yang selalu ada, ia terus terpacu untuk mengembangkan usahanya sehingga kini perharinya mencapai 2,5 kuintal. (*/TubasMedia)
'Bambang Suparno, Berjaya Berkat Kerupuk Goreng Pasir ':
Artikel Bisnis Lainnya
- Pemerintah Janji Bantu Gatotkaca Go International Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu berjanji membantu Gatotkaca atau kisah seni tradisional Indonesia lain untuk ditampilkan di tingkat internasional. “Pemerintah pasti bantu dan fasilitasi agar go international, kan bangga sekali kalau bisa go ... Artikel Bisnis
- Tingkatkan Kemampuan Negosiasi Anda Keahlian bernegosiasi sangat diperlukan oleh para entrepreneur untuk kelancaran bisnis mereka. Makin pandai seorang pebisnis dalam negosiasi maka makin efisien dan efektiflah bisnisnya. Kemudian bagaimana cara melakukan negosiasi yang baik? Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam ... Artikel Bisnis
- Rajin Eksperimen, Hendri dan Paulus Sukses Kembangkan Bebek Kaleyo Rasa gurih yang menjadi ciri khas racikan restaurant Bebek Kaleyo memang terbilang unik. Rasa pedas yang ditawarkan, menarik minat penggemar bebek yang tidak hanya berasal di Jakarta, namun hingga luar Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Ditemui di salah satu cabangnya ... Artikel Bisnis
- Bisakah Memulai Bisnis Saat Ekonomi Sulit? Anda tahu bahwa Anda ingin memulai bisnis, tapi apa yang Anda lakukan selanjutnya? Berikut adalah cara untuk menemukan ide yang sempurna untuk bisnis Anda. Banyak orang percaya memulai bisnis adalah proses yang misterius. Mereka tahu mereka sangat ingin memulai bisnis, tetapi mereka ... Artikel Bisnis
- Es Krim dari Kulit Pisang ala Mahasiswa Universitas Brawijaya Kulit pisang tak hanya menjadi sampah organik tak berguna. Di tangan mahasiswa jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang kulit pisang menjadi es krim lezat bergizi. Kreasi Sayyidah Anggun, Ratna Dumilah, Ichwal Januraga, dan Eygina Yesphine ini berawal dari tugas ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online

