kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan

kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan

kemampuan memecahkan masalah (problem solving)
Setiap orang pasti punya masalah. Itu sudah pasti karena masalah memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan pada waktunya. Terkadang keinginan itu terlambat jadi kenyataan bahkan tidak pernah terealisasi sama sekali.

Kita tadi sependapatat bahwa semua orang memiliki masalah. Bahkan masalah itu terus berdatangan seiring dengan perjalanan hidup kita. Orang yang sukses, bukanlah orang yang bebas masalah, tetapi mereka yang bisa mengatasi masalah demi masalah yang terus datang silih berganti.

Mengabaikan masalah bisa membahayakan hidup kita. Masalah akan datang terus, jika satu masalah tidak segera diatasi, maka masalah yang kita miliki akan menumpuk, semakin lama semakin menggunung sehingga kita akan terjepit masalah. Oleh karena itu, salah satu life skill yang harus kita miliki ialah bagaimana cara mengatasi masalah.

Saat kita menemukan masalah, maka kita harus bisa menemukan ide-ide brilian bagaimana mengatasi masalah tersebut. Kemampuan kreativitas sangat penting dalam hal ini, karena kebanyakan orang yang putus asa ialah mereka yang tidak punya ide lagi untuk menyelesaikan masalahnya. Ide-ide yang terus mengalir dan semangat yang membara untuk mencobanya, lambat laun akan mengantarkan kita ke sebuah solusi.

Jadi, untuk jangka panjang, tingkatkan kemampuan kreativitas Anda, agar Anda selalu siap menyelesaikan masalah yang selalu datang menghampiri kita. Yang kedua, tetaplah semangat untuk mencoba berbagai ide-ide sampai menemukan ide yang solutif.


Masalah apapun bentuknya, besar atau kecil, berat atau ringan bisa dipecahkan. Cara memecahkan masalah atau bahasa kerennya problem solving memiliki beberapa tahapan diantaranya yaitu:
a.    Mengidentifikasi masalah secara tepat
Secara konseptual suatu masalah (M) didefinisikan sebagai kesenjangan atau gap antara nerja   actual dan targetkinerja (T ) yang diharapkan, sehingga secara simbolik dapat dituliskan bersamaan; M=T – A.berdasarkan konsep seorang problem solver yang professional harus terlebih dahulu nanpu mengetahui berapa atau pada tingkat mana kinerja actual saat ini, dan berapa atau tingkat mana kinerja serta kita harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja actual kita sekarang dan kapan waktu pencapain target kinerja itu.
bMenentukan sumber dan akar penybab dari masalah
Suatu solusi masalah yang efektif, apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu, kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan masalah-masalah tersebut.
Menerapkan atau melakukan implementasi atau tindakan-tindakan yang diajukan (Vincent Gasper sz, dan Qruztyann.blogs.friendster. com)
Adapun langkah-langkah lain yaitu menurut konsep Dewey yang merupakan berpikir itu menjadi dasar untuk problem solving  adalah sebagai berikut:

  •  Adanya kesulitan yang dirasakan atau kesadaran akan adanya masalah.
  •   Masalah itu diperjelas dan dibatasi.
  •  Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan atau diklasifikasikan.
  •   Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesa-hipotesa kemudian hipotesa-hipotesa dinilai, diuji agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak.
  •    Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan.
Begitu juga dengan permasalahan yang kita alami. Diuraikan dulu dengan jelas, ditelusuri hingga ditemukan sumbernya. Jika kita sudah bisa mengidentifikasi dan menemukan akar masalah, 50% permasalahan kita sudah bisa dianggap selesai. Tentu saja proses ini tidak mudah dilakukan. Perlu waktu dan kejernihan berpikir agar bisa obyektif dalam menilai permasalahan.

c. Buat Alternatif Pemecahan Masalah
Setelah tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi dan sumbernya darimana, buatlah beberapa alternatif pemecahan masalah yang mungkin dilakukan. Tulislah cara-cara pemecahan masalah itu dengan tahapan-tahapannya. Apa saja langkah yang perlu diambil agar masalah tersebut bisa terselesaikan. Jangan lupa tuliskan juga resiko, waktu yang harus ditempuh dan tingkat kesulitannya.

Susunlah alternatif pemecahan masalah itu sesuai dengan urutan. Cara penyelesaian yang paling kecil resikonya, waktunya sedikit dan mudah dilaksanakan ditaruh di urutan pertama. Begitu terus diurutkan hingga yang terakhir. Jika masalah kita berhubungan dengan orang lain, usahakan bisa win-win solution. Jika tidak bisa sama-sama menang, pilihlah yang resikonya paling kecil.

d. Laksanakan pilihan terbaik dari alternatif pemecahan masalah
Pilihlah satu alternatif pemecahan masalah yang sudah kita susun. Laksanakan pilihan tersebut. Selesaikan masalah dengan tuntas. Jangan sampai kita menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru. Kita harus meniru slogan salah satu perusahaan BUMN yaitu “menyelesaikan masalah tanpa masalah”.

 membuat keputusan


Apa pun keputusan yang diambil seseorang pasti memiliki makna penting, baik bagi orang lain maupun terhadap diri sendiri. Sebagaimana yang kerap kita saksikan, setiap keputusan pemimpin sangat ditunggu-tunggu berbagai kalangan dengan intensi dan kepentingan masing-masing.

Kecil atau pun besar volume kelompok yang dipimpinnya, keputusan pemimpin sangatlah berarti, serius, serta berpengaruh besar dan luas. Kenyataan itu memberikan sekelebatan indikasi bahwa keputusan harus diambil tidak saja dengan hati-hati, tapi juga tegas dan diputuskan dengan berani dalam keadaan sadar.

Ada dua hal yang dibedakan berdasarkan prosesnya, yakni memecahkan masalah (problem solving) dan membuat keputusan, terjemahan decision making. (Kurang pas diterjemahkan sebagai "mengambil" keputusan). Tak jarang orang memandangnya sama, kedua hal itu dianggap saling berkaitan. Kendati keduanya memiliki definisi yang berbeda.

Pemecahan masalah merupakan serangkaian aktivitas manusia dalam menjalani kehidupannya. Aktivitas hidup tersebut meliputi berbagai sendi atau aspek, baik menyangkut hubungan antarpribadi, pekerjaan, maupun kehidupan sosial secara lebih luas.

Semua aktivitas bertujuan untuk mencapai peningkatan kualitas manusia yang bersifat kontinu atau berkelanjutan. Manusia harus selalu kreatif saat memecahkan masalah yang dijumpai dalam keseharian hidupnya.

berikut  tips membuat keputusan yang tepat :
Kenali Tujuan Anda
David Welch,PhD, profesor ilmu politik dari University of Waterloo,Ontario, sekaligus pengarang buku DECISIONS, DECISIONS: THE ART OF EFFECTIVE DECISION MAKING menjelaskan, “Orang yang tak bisa merefleksikan diri mereka akan berakhir dengan membuat keputusan yang buruk karena mereka tak benar-benar mengetahui apa yang mereka inginkan sebagai prioritas.
“Sebelum menginginkan sebuah pekerjaan yang baru, tanya diri Anda : Apakah saya benar-benar menginginkan karir yang berbeda? Atau apakah saya menginginkan atasan yang berbeda? Janganlah membuat keputusan berdasarkan hanya pada persoalan yang keliru.”

Buatlah sebuah standar
Anda harus membuat sebuah daftar pilihan yang sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, jika Anda menginginkan untuk membeli sebuah kamera digital, buatlah catatan mengenai fasilitas apa saja yang akan Anda gunakan dari kamera itu. Semua kamera yang sesuai dengan standar merupakan pilihan yang baik untuk Anda. Abaikan hal-hal yang hanya demi kesenangan.

Jangan terburu – buru
Orang sering membuat keputusan buruk saat mereka sedang stres. Saat menghadapi pilihan yang kompleks, gunakan otak yang sadar untuk mengumpulkan informasi yang Anda perlukan, dan beristirahatlah. Lakukan jalan kaki, setengah jam meditasi, tidur siang, atau bahkan minum bir. Tujuannya adalah memberikan pikiran yang sedang tidak sadar sedikit waktu untuk bekerja. Pilihan yang Anda buat setelah melakukan kegiatan ini biasanya akan merupakan piihan bagus atau setidaknya pilihan yang masih bisa diterima.

Kurangi Pilihan
Jika mungkin, kurangi pilihan dengan menciptakan aturan bagi diri Anda sendiri. Buat jadwal seperti Anda akan pergi yoga setiap akhir pekan, tidak akan minum anggur lebih dari dua gelas atau bahkan pilihan seperti tidak akan membeli tisu toilet jika tidak sedang ada potongan harga.

Lakukan Evaluasi
Sekali keputusan dibuat, tanya diri sendiri bagaimana perasaan Anda setelahnya dan pengalaman apa yang dapat Anda peroleh,





Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top