Rabu, 13 Juni 2012 - 09:52:59 WIB
Jamu Sulit Masuk ke Pasar China
Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 447 kali
Bila obat tradisional asal China dengan mudah ditemukan di pasar Indonesia, maka sebaliknya dengan jamu. ramuan tradisional asal Indonesia tersebut malah dipersulit untuk masuk ke pasaran China. Bagi, pelaku industri farmasi China, Jamu nampaknya masih dianggap kompetitor utama industri obat-obatan tradisional di China. Hal itu dikemukakan oleh Budi Yuwono Tjio, Presiden Direktur PT. Sinde Budi Sentosa, di Jakarta, Selasa (12/06).
Menurutnya, pihak otoritas China selalu melakukan upaya-upaya birokratif untuk mencegah masuknya jamu produk Indonesia ke pasar di China. "Jamu Indonesia kalau masuk ke China dipersulit. Badan POM setempat minta dicek terus, padahal untuk mencek membutuhkan waktu sebulan lebih," katanya.
Padahal menurut Budi, Sinde Budi Sentosa tidak pernah mengalami kendala dalam mengekspor produk ke seluruh dunia. Dikatakan Budi, salah satu cara yang dilakukan oleh otoritas China adalah dengan menahan produk mereka di pelabuhan dalam waktu yang lama. "Ditahan di pelabuhan, berbulan-bulan, sehingga kita harus membayar biaya demorit sampai $US80.000, akhirnya diputuskan oleh manajemen ditarik pulang," kata direktur dari perusahaan yang memproduksi larutan penyegar cap badak ini.
Di lain hal, lanjut Budi, Industri jamu di Indonesia merupakan industri tradisional yang telah mengalami permintaan yang cukup tinggi di dunia, namun kini keberadaannya kian terdesak obat-obatan herbal impor. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai impor obat tradisional dan herbal sepanjang 2011 mencapai $US 40,5 juta. Amerika, Malaysia dan Korea Selatan menjadi tiga negara terbesar pemasok obat tradisional dan herbal di pasar domestik.
Walaupun begitu, Budi menilai, jamu tetap menjadi salah satu produk unggulan nasional yang mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan potensi pasar domestik mencapai Rp. 25 Triliun per tahun. (*/Jurnas.com)
Jamu Sulit Masuk ke Pasar China Diposting oleh : d4nu - Dibaca: 447 kali
Bila obat tradisional asal China dengan mudah ditemukan di pasar Indonesia, maka sebaliknya dengan jamu. ramuan tradisional asal Indonesia tersebut malah dipersulit untuk masuk ke pasaran China. Bagi, pelaku industri farmasi China, Jamu nampaknya masih dianggap kompetitor utama industri obat-obatan tradisional di China. Hal itu dikemukakan oleh Budi Yuwono Tjio, Presiden Direktur PT. Sinde Budi Sentosa, di Jakarta, Selasa (12/06).
Menurutnya, pihak otoritas China selalu melakukan upaya-upaya birokratif untuk mencegah masuknya jamu produk Indonesia ke pasar di China. "Jamu Indonesia kalau masuk ke China dipersulit. Badan POM setempat minta dicek terus, padahal untuk mencek membutuhkan waktu sebulan lebih," katanya.
Padahal menurut Budi, Sinde Budi Sentosa tidak pernah mengalami kendala dalam mengekspor produk ke seluruh dunia. Dikatakan Budi, salah satu cara yang dilakukan oleh otoritas China adalah dengan menahan produk mereka di pelabuhan dalam waktu yang lama. "Ditahan di pelabuhan, berbulan-bulan, sehingga kita harus membayar biaya demorit sampai $US80.000, akhirnya diputuskan oleh manajemen ditarik pulang," kata direktur dari perusahaan yang memproduksi larutan penyegar cap badak ini.
Di lain hal, lanjut Budi, Industri jamu di Indonesia merupakan industri tradisional yang telah mengalami permintaan yang cukup tinggi di dunia, namun kini keberadaannya kian terdesak obat-obatan herbal impor. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai impor obat tradisional dan herbal sepanjang 2011 mencapai $US 40,5 juta. Amerika, Malaysia dan Korea Selatan menjadi tiga negara terbesar pemasok obat tradisional dan herbal di pasar domestik.
Walaupun begitu, Budi menilai, jamu tetap menjadi salah satu produk unggulan nasional yang mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan potensi pasar domestik mencapai Rp. 25 Triliun per tahun. (*/Jurnas.com)
'Jamu Sulit Masuk ke Pasar China ':
Artikel Bisnis Lainnya
- 7 Karakter Entrepreneur Sejati CE News, Bontang: Geoffrey G. Meredith, seorang ekonom dunia mengemukakan beberapa karakter yang harus dimiliki oleh para pebisnis. Menurut Suherman trainer Ciputra Entrepreneurship, karakter spesial ini harus dimiliki karena seorang pengusaha profesional merupakan manusia pilihan yang ... Artikel Bisnis
- Jatuh Bangun Kedai Digital SaptuariSaptuari Sugiharto rela mengurangi kesenangannya saat kuliah demi cita-citanya menjadi entrepreneur. Buahnya, Kedai Digital miliknya kini telah "merajai" dunia usaha, serta produknya terlihat sudah tidak asing lagi, khususnya di wilayah Jawa. Selain itu pruduk Saptu, ... Artikel Bisnis
- Bambang Suparno, Berjaya Berkat Kerupuk Goreng Pasir Usaha keras Bambang Suparno, warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini patut diacungi jempol. Dari usahanya kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan. Ia mengganti minyak goreng dengan menggunakan ... Artikel Bisnis
- Pemerintah Janji Bantu Gatotkaca Go International Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu berjanji membantu Gatotkaca atau kisah seni tradisional Indonesia lain untuk ditampilkan di tingkat internasional. “Pemerintah pasti bantu dan fasilitasi agar go international, kan bangga sekali kalau bisa go ... Artikel Bisnis
- Tingkatkan Kemampuan Negosiasi Anda Keahlian bernegosiasi sangat diperlukan oleh para entrepreneur untuk kelancaran bisnis mereka. Makin pandai seorang pebisnis dalam negosiasi maka makin efisien dan efektiflah bisnisnya. Kemudian bagaimana cara melakukan negosiasi yang baik? Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam ... Artikel Bisnis
Jual Beli Online

