Plus Minus 'Main' Obligasi

Plus Minus 'Main' Obligasi

Rabu, 13 Juni 2012 - 10:10:26 WIB
artikel-bisnis Plus Minus 'Main' Obligasi
Diposting oleh : septian    - Dibaca: 468 kali

Saat ini masyarakat mengenal obligasi sebagai salah satu instrumen investasi yang memiliki imbal balik yang tinggi. Secara ringkas, obligasi merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. Penerbit obligasi adalah merupakan debitur bisa dilakukan oleh pemerintah ataupun perusahaan BUMN atau swasta. Penerbitan obligasi ini biasanya dilakukan untuk memperoleh pembiayaan pemerintah atau negara dengan sumber dana dari luar.

Obligasi mempunyai beberapa keuntungan, yakni memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon. Hal ini merupakan ciri utama obligasi, di mana pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan bunga secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Bunga yang ditawarkan obligasi umumnya lebih tinggi daripada bunga yang diberikan deposito atau SBI.

Di samping penghasilan berupa kupon, pemegang obligasi juga dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Karena itu, bila Anda menjual lebih tinggi dibandingkan dengan harga saat Anda membelinya, maka Anda sebagai pemegang obligasi memperoleh selisih yang disebut dengan capital gain.

Meski begitu, obligasi juga mempunyai risiko. Berikut beberapa risiko yang melekat pada obligasi

Risiko likuiditas
Risiko ini melekat pada semua obligasi, baik obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Risiko ini timbul dari kemungkinan tidak likuidnya suatu obligasi diperdagangkan atau tidak mudahnya menjual suatu obligasi di pasar sekunder. Pasar sekunder obligasi tidak seramai pasar sekunder saham. Jika di pasar saham saja ada saham yang tidak likuid, apalagi dalam pasar obligasi. Untuk dua obligasi yang sama karektiristiknya kecuali yang satu likuid dan yang satunya lagi tidak likuid, investor akan meminta tambahan tingkat bunga untuk obligasi yang tidak likuid atau premium risiko likuiditas. Suatu obligasi menjadi likuid di pasar sekunder jika permintaan beli untuk obligasi itu cukup banyak atau memang ada pihak yang berperan sebagai "market maker" yang salah satu fungsinya adalah sebagai pembeli dan penjual obligasi tersebut.

Risiko maturitas
Risiko ini juga ada pada semua obligasi tetapi terutama pada obligasidan berkaitan dengan masa jatuh tempo obligasi. Secara umum, semakin lama jatuh tempo suatu obligasi, semakin besar tingkat ketidakpastian sehingga semakin besar risiko maturitas.

Risiko default
Risiko default hanya ada pada obligasi korporasi. Berbeda dengan ORI dan SUN yang dijamin pemerintah sebagai pengutang, obligasi korporasi tidak dijamin pemerintah. Investor yang membeli obligasi korporasi harus menyadari bahwa investasinya bisa tidak kembali jika sebelum obligasi jatuh tempo, korporasi itu bangkrut. Risiko korporasi bangkrut sehingga obligasi dan bunganya menjadi gagal dibayar inilah yang dimaksud dengan risiko default
'Plus Minus 'Main' Obligasi':

Artikel Bisnis Lainnya
  • 7 Pertanyaan Bagi Calon EntrepreneurshipDalam training Entrepreneurship yang bekerja sama dengan PT Kaltim Pasifik Amoniak Bontang, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, F. Rach Suherman, Trainer dari Ciputra Entrepreneurship memaparkan 7 pertanyaan dari pendiri Ciputra Group Ir Ciputra bagi para calon pebisnis. Apa saja pertanyaan ... Artikel Bisnis

  • Jamu Sulit Masuk ke Pasar China Bila obat tradisional asal China dengan mudah ditemukan di pasar Indonesia, maka sebaliknya dengan jamu. ramuan tradisional asal Indonesia tersebut malah dipersulit untuk masuk ke pasaran China. Bagi, pelaku industri farmasi China, Jamu nampaknya masih dianggap kompetitor utama industri ... Artikel Bisnis

  • 7 Karakter Entrepreneur Sejati CE News, Bontang: Geoffrey G. Meredith, seorang ekonom dunia mengemukakan beberapa karakter yang harus dimiliki oleh para pebisnis. Menurut Suherman trainer Ciputra Entrepreneurship, karakter spesial ini harus dimiliki karena seorang pengusaha profesional merupakan manusia pilihan yang ... Artikel Bisnis

  • Jatuh Bangun Kedai Digital SaptuariSaptuari Sugiharto rela mengurangi kesenangannya saat kuliah demi cita-citanya menjadi entrepreneur. Buahnya, Kedai Digital miliknya kini telah "merajai" dunia usaha, serta produknya terlihat sudah tidak asing lagi, khususnya di wilayah Jawa. Selain itu pruduk Saptu, ... Artikel Bisnis

  • Bambang Suparno, Berjaya Berkat Kerupuk Goreng Pasir Usaha keras Bambang Suparno, warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini patut diacungi jempol. Dari usahanya kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan. Ia mengganti minyak goreng dengan menggunakan ... Artikel Bisnis


Jual Beli Online



Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top